

"Air adalah kehidupan, dan di Gaza, air telah menjadi alat penyiksaan," tulis BBC dalam laporannya tentang krisis air bersih.
Di Distrik Syekh Radwan, ribuan keluarga harus mengantri berjam-jam untuk mendapatkan air yang keruh dan tercemar. Sumber air utama telah hancur, dan air laut yang meresap telah mencemari 98% akuifer, membuatnya tidak layak dikonsumsi, menurut Palestinian Water Authority.

Data krisis air terkini menyebut 90% populasi Gaza tidak dapat mengakses air minum yang aman. Hanya 1 dari 10 orang yang mampu mendapatkan air bersih untuk dikonsumsi. Dari jumlah tersebut, warga Gaza hanya bisa mendapatkan 1,5 hingga 2 liter air per orang per hari, jauh di bawah standar minimum kemanusiaan yaitu 3 liter per hari untuk kebutuhan minum dan memasak.
Krisis air ini membuat warga terpaksa mengkonsumsi air apapun yang ada, termasuk air hujan dan yang menggenang di tanah. Ini menyebabkan menyebarnya wabah kolera dan penyakit kulit pada anak-anak di Gaza.

Merespon krisis ini, Amanah Kemanusiaan Global (AMAL) menginisiasi Program Wakaf Sumur Gaza untuk mengatasi krisis air bersih paling parah yang pernah melanda wilayah tersebut. Program Wakaf Sumur Bor AMAL adalah solusi permanen. Setiap sumur yang dibangun akan menjadi:

Mari wakafkan sumber kehidupan. Setiap tetes air dari sumur ini adalah bukti nyata bahwa kita tidak pernah melupakan mereka. Dari satu sumur, ribuan nyawa terselamatkan, dan kebaikan Anda mengalir abadi. Dukung program ini dengan cara:

Kehadiran sumur wakaf menjadi bukti nyata bahwa dunia tidak melupakan Gaza. Setiap tetes air yang mengalir bukan hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.
"Wariskan sumber kehidupan yang tak pernah kering. Setiap tetes air dari wakaf Anda akan mengalirkan pahala abadi dan mengobati dahaga jiwa-jiwa yang haus akan harapan."
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik