

AYAH SIAP DONORKAN HATINYA, TAPI BIAYANYA BELUM ADA
Imam baru 21 bulan. Hatinya sudah nggak bisa bekerja dengan baik, dan satu-satunya harapan untuk bertahan adalah transplantasi hati dari ayahnya sendiri.
Waktu Imam baru berumur 2 minggu, kulitnya mulai terlihat menguning. BAB-nya pucat sampai hampir putih. Orang tuanya belum tahu kalau itu tanda kelainan bawaan di saluran empedu dan hati.


Di usia 70 hari, Imam menjalani operasi Kasai di Surabaya. Orang tuanya berharap besar, tapi operasinya nggak berhasil dan kondisi hati Imam justru makin memburuk. Imam pun dirujuk ke RSCM Jakarta, dan keluarganya terpaksa tinggal sementara di sana supaya dekat dengan rumah sakit.
Berat badan Imam sempat turun drastis. Pernah juga ada masa kritis ketika tubuhnya membengkak sampai membiru karena hatinya sudah nggak sanggup bekerja. Dokter lalu menyarankan transplantasi hati supaya Imam punya kesempatan hidup yang lebih baik.

Kabar baiknya, calon donor untuk Imam sudah ada. Dia adalah Pak Arif, ayahnya sendiri, yang siap memberikan sebagian hatinya untuk sang buah hati. Tapi perjuangan mereka belum selesai.
Transplantasi Imam memang ditanggung BPJS. Tapi tindakan medis untuk Pak Arif sebagai pendonor nggak semuanya ditanggung, dan keluarga harus menyiapkan sekitar Rp80–100 juta.
Sehari-hari Pak Arif bekerja sebagai sopir taksi online dengan penghasilan sekitar Rp100.000–Rp200.000 per hari. Uang segitu harus dibagi untuk kebutuhan keluarga, obat-obatan Imam yang nggak ter-cover BPJS, dan biaya hidup selama mendampingi Imam berobat di Jakarta.

Imam butuh susu khusus sekitar 1 kaleng per hari, plus botol dan selang sekali pakai. Kebutuhan penunjang itu saja bisa mencapai Rp400.000–Rp500.000 setiap harinya.
Demi mempertahankan pengobatan Imam, Pak Arif dan istrinya sudah menjual harta benda mereka, sampai rumah di Banyuwangi pun ikut dilepas. Sekarang hampir nggak ada lagi yang bisa dijual, sementara Imam masih harus bertahan menunggu transplantasi.

Sahabat kebaikan, yuk bantu Imam dan keluarganya melewati perjuangan ini. Donasimu akan membantu biaya tindakan ayah sebagai pendonor, susu khusus, obat-obatan, perlengkapan sekali pakai, serta kebutuhan Imam selama pengobatan dan proses transplantasi.
![]()
Belum ada Fundraiser