
“Saya ingin sembuh, bisa sekolah lagi, dan punya kaki palsu supaya bisa beraktivitas seperti dulu.” ujar Evan.
Muhamad Evan Fadilah Hidayat baru berusia 15 tahun ketika hidupnya berubah dalam waktu singkat.
Sebelumnya, Evan adalah remaja yang aktif. Ia senang berolahraga, rutin latihan di gym, baru diterima di sekolah impiannya, dan memiliki cita-cita menjadi seorang tentara.
Namun, suatu hari kakinya tiba-tiba terasa sakit, padahal Evan tidak pernah jatuh maupun mengalami kecelakaan.


Setelah menjalani pemeriksaan hingga biopsi, dokter menemukan kanker pada tulang dan tulang rawan sendi.
Kondisinya terus memburuk. Kaki kanannya membengkak, rasa sakit semakin berat, aktivitasnya semakin terbatas, hingga berat badannya turun drastis. Sampai akhirnya kaki kanan Evan harus diamputasi.
Evan terpukul. Ia menangis ketika harus menerima kenyataan bahwa salah satu kakinya telah hilang demi melawan penyakit yang sudah sekitar satu tahun ia hadapi.
Tapi amputasi bukan akhir perjuangannya. Evan masih harus menjalani kemoterapi dan membutuhkan berbagai kebutuhan penunjang selama pengobatan, mulai dari kebutuhan perawatan, asupan gizi, hingga transportasi untuk kontrol.
Di tengah perjuangan itu, ayah Evan, Pak Rivan (46), terus mendampinginya. Sehari-hari Pak Rivan bekerja sebagai pekerja kebersihan dengan penghasilan sekitar Rp120 ribu per hari.

Meski pengobatan Evan sebagian ditanggung BPJS, penghasilan tersebut tetap harus dibagi untuk kebutuhan keluarga sekaligus berbagai kebutuhan penunjang pengobatan Evan.
Kini, Evan hanya ingin bisa kembali menjalani hidupnya.
Ia ingin sembuh, kembali bersekolah, dan bisa bergerak lebih mandiri. Salah satu harapan terbesarnya adalah memiliki kaki palsu, agar perlahan ia bisa kembali berjalan dan melakukan aktivitas sehari-hari.

Mari bantu Evan melanjutkan pengobatan dan mewujudkan harapannya untuk kembali bergerak.
Setiap dukungan dari Teman Baik dapat menjadi langkah berarti bagi Evan untuk melanjutkan pengobatan dan kembali menjalani aktivitas sehari-hari.
![]()
Belum ada Fundraiser