
Banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat membawa duka mendalam. Hingga kini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lebih dari 1.000 jiwa meninggal, ratusan orang dinyatakan hilang dan ribuan lainnya terluka akibat bencana ini.
Ribuan keluarga kini hidup dalam keterbatasan, banyak rumah hancur, infrastruktur rusak, dan ratusan ribu warga terpaksa mengungsi, kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian.

Kesedihan bukan hanya sekadar angka. Ada keluarga korban yang berduka, anak-anak yang kehilangan orang tua, dan lansia yang berdiri tanpa sandaran.
Meski air mulai surut dan pemberitaan perlahan mereda, kenyataannya banyak warga masih berjuang memenuhi hal paling dasar, yakni kebutuhan pangan.

Di banyak lokasi terdampak, warga harus berbagi makanan dalam jumlah terbatas. Sebagian hanya bisa makan sekali sehari, bahkan ada yang terpaksa menunda makan demi anak-anak dan anggota keluarga yang lebih rentan.
Kondisi ini membuat krisis pangan menjadi ancaman nyata pascabencana di Sumatra dan Aceh.

Situasi ini membutuhkan solidaritas dan bantuan nyata dari kita semua. Kami mengajak kamu semua untuk memberikan dukungan berupa bantuan pangan bagi warga terdampak bencana di Sumatra dan Aceh.
Bantuan pangan menjadi penopang utama agar warga terdampak tetap memiliki tenaga untuk bertahan dan memulai pemulihan kehidupan mereka.

Pastikan mereka punya stok pangan yang cukup, salurkan bantuan terbaikmu melalui:
Mari kita tunjukkan bahwa kemanusiaan kita lebih besar daripada bencana ini. Kita bisa membantu mereka bangkit dari keterpurukan dan membangun kembali harapan yang sempat hilang!
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik