
Pilu! Anak Kurir Telur Terlahir Dengan Usus Diluar Perut
"Kami tak menyangka, buah hati yang selama ini ditunggu-tunggu terlahir seperti ini, Ya Allah kami ridho dan ikhlas menerima titipan darimu seperti ini" Ujar Bu Siska, Ibunda Seana
Sejak Seana dalam kandung, Dokter sudah menyampaikan kabar yang menghancurkan hati kedua orang tuanya, kondisi dengan kelainan pada organ vital dan peluang hidup putri mereka hanya 30%.
Bayangkan bagaimana beratnya menanti kelahiran sambil dihantui rasa takut kehilangan anak pertama yang begitu dinanti.
Namun takdir berkata lain, Seana terlahir dalam keadaan selamat. Meskipun perjuangannya langsung dimulai sejak detik pertama ia bernapas.
Setelah Seana menjalani serangkaian pemeriksaan, Dokter mendiagnosa Omphalocele dimana kondisi kelainan sebagian organ dalam, seperti usus, hati, dan lambung, keluar dari perut melalui lubang di sekitar pusar (umbilikus) dan terbungkus dalam kantong tipis.
Tubuh kecilnya harus menjalani 2 kali operasi dan dirawat selama 40 hari, organ vital yang berada di luar perut harus diselamatkan agar tetap melekat pada tubuhnya.
"Harta benda kami sudah habis dijual untuk kebutuhan selama Seana dirawat. Apapun, kami akan lakukan agar Seana bisa hidup normal seperti anak lainnya" Ujar Pak Fadli, ayah Seana
Saat ini Seana berusia 1,2 tahun dan harus masih menjalani pengobatan rutin di rumah sakit. Rawat jalan dan tindakan operasi yang akan dijalani tidak cukup dengan sekali. Namun biaya perjalanan, pengobatan dan penunjang kesehatan sangatlah mahal dan tidak semua dapat dicover BPJS.
Pak Fadli, sang ayah hanya bekerja sebagai kurir pengantar telur dengan penghasilan jauh dari kata cukup. Upah yang didapat bahkan tak cukup untuk kebutuhan hidup sehari-hari, selain harus membayar kontrakan rumah, iapun
harus rutin membeli susu formula khusus yang harganya cukup mahal, agar gizi dan berat badan Seana normal. Belum lagi untuk kebutuhan kain kasa, NHCL dan lainnya yang setiap hari digunakan untuk membersihkan dan membungkus organ tubuh Seana yang harus senantiasa steril.
"Kalau kerja saya terpaksa harus ngirit, satu bungkus nasi kadang dimakan 2x, kadang telur yang pecah gak layak jual di gudang saya minta buat di bawa kerumah untuk makan istri dan anak. Belum lagi kemarin-kemarin saya harus ganti telur yang saya bawa karena jatuh keserempet motor. Saya bingung harus cari pinjaman kemana lagi untuk kebutuhan Seana." Ujar Pak Fadli
"Setiap kali saya melihat Seana menahan sakitnya, saya selalu menangis, hati saya terasa hancur. Namun saya yakin Allah akan mudahkan kami untuk merawat dan mengobati Seana, selama masih ada tenaga, saya harus berjuang agar anak kami sembuh." Tambahnya
Bayi sekecil Seana tidak seharusnya hidup dalam rasa sakit setiap hari. Ia berhak tumbuh sehat, berhak merasakan kasih sayang tanpa hidup dalam keterbatasan fisik.
Sahabat Kebaikan, begitu berat perjuangan yang sedang dihadapi oleh keluarga Seana. Maukah sama-sama membantu meringankan beban keluarga mereka?
*Disclaimer : Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk memenuhi segala kebutuhan Seana dan kebutuhan lainnya yang selama ini belum terpenuhi. Selain itu akan di gunakan untuk implementasi program dan para penerima manfaat lainnya di bawah naungan Yayasan Ruang Harsa Bestari.*
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik