ImageANAKNYA MALU PUNYA IBU KAYAK PENGEMIS! Mbah Trigil...
Image

ANAKNYA MALU PUNYA IBU KAYAK PENGEMIS! Mbah Trigil Hidup Sebatang Kara Bareng Ayam dan Kambing!

Rp 1.090.674 terkumpul dari Rp 100.000.000
21 Donasi 1 bulan, 28 hari lagi

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization

Pagi ini, Mbah Trigil belum makan apa pun.

Bantu Teman IndonesiaDi usia 81 tahun, sarapannya hanya segelas teh hangat. Itu pun kalau ada. Selebihnya, ia menunggu. Menunggu tetangga yang kebetulan lewat, yang kebetulan ingat, yang kebetulan punya makanan lebih untuk dibagi. Kalau tidak ada yang datang, perutnya dibiarkan kosong sampai esok.

Mbah Trigil tinggal sebatang kara di rumah peninggalan orang tuanya. Atap sengnya bocor, dindingnya kayu lapuk yang sudah bolong, lantainya masih tanah. Rumah itu bahkan harus ia bagi dengan kucing dan ayam. Saat hujan turun, air masuk. Saat malam tiba, dingin menembus dinding yang tak lagi utuh. Tubuh rentanya harus bertahan di sana, sendirian. 

Bantu Teman IndonesiaSudah 20 tahun Mbah Trigil tidak bisa bekerja karena kondisi fisiknya. Kini berjalan pun ia nyaris tak mampu. Satu-satunya penopangnya hanyalah sebatang tongkat bambu. 

Dulu ia tidak sendirian.

Suaminya berpulang sekitar 30 tahun lalu. Dua tahun terakhir, ia hanya berdua dengan kakaknya. Lalu kakaknya pun pergi untuk selamanya. Sejak itu, rumah reyot itu terasa jauh lebih sunyi.

Mbah Trigil punya seorang anak yang merantau ke Jakarta. Tapi anak itu tak pernah pulang untuk merawatnya. Ia mengaku merasa malu karena ibunya dianggap seperti pengemis.

Bayangkan menjadi seorang ibu yang pernah mengandung, melahirkan, dan membesarkan anaknya, lalu di penghujung usia harus menanggung kenyataan itu.

Mbah Trigil sering menangis.

Bukan karena lapar atau dingin, tetapi karena merasa tidak ada lagi yang peduli.

Yang ia butuhkan sebenarnya sederhana:

  • Makanan setiap hari agar perutnya tidak lagi kosong
  • Renovasi rumah agar ia bisa tidur tanpa kehujanan dan kedinginan
  • Perabot dasar agar hidupnya lebih layak dan nyaman

Bagi kita, ini mungkin nilai sekali makan di luar. Bagi Mbah Trigil, ini bisa berarti ia makan hari ini, tidur nyenyak malam ini, dan merasa masih ada orang baik di dunia.

Kita tidak tahu berapa lama lagi waktu yang ia punya. Yang kita tahu, setiap hari yang berlalu adalah hari di mana ia mungkin kembali menahan lapar, menahan dingin, dan menahan sepi.

  1. Klik “DONASI SEKARANG”
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Pilih metode pembayaran
  4. Ikuti instruksi untuk menyelesaikan pembayaran

 

  • November, 3 2026

    Campaign is published

Ari Susanto8 jam yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 50.004
Teman Baik12 jam yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 50.858
Riki Ridwan12 jam yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 50.449
Himawan S18 jam yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 50.592
Almarhum jid ahmad sufi18 jam yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 35.477

Fundraiser

Bantu Teman Indonesia

Belum ada Fundraiser

Mari jadi Fundraiser dan berikan manfaat bagi program ini.

Doa-doa orang baik (7)

Teman Baik24 jam yang lalu
Mbah, semoga Allah mudahkan segala urusan mbah dan cukupkan rejeki mbah. Sehat ya mbah
Image
Aaminn-kan doa ini
+1
Duo K1 hari yang lalu
Ya Allah lindungi nenek ini dan keluarga ku dari marabahaya. Dan berikanlah kehidupan yg layak di hari tua beliau melalui program ini. Aamiin YRA
Image
Aaminn-kan doa ini
+1
Teman Baik1 hari yang lalu
Sehat2 ya mbah Allah jaga selalu
Image
Aaminn-kan doa ini
+1
Teman Baik2 hari yang lalu
Semoga nenek diberi rezeki, dan semoga donasi ini benar benar disalurkan
Image
Aaminn-kan doa ini
+1
Luluk Irhamna dan keluarga2 hari yang lalu
YaAllah cukupkan rezeqi nenek ini dan keluargaku Jauhkan kami semua dr mara bahaya Amin
Image
Aaminn-kan doa ini
+1
Bagikan melalui:
✕ Close