
Lumpuh 10 Tahun, Mbah Surip (88) Sendirian Menanti Uluran Tangan
“Udah lumpuh 10 tahunan, tinggalnya sendirian,” ucap tetangga tentang Mbah Surip (88), seorang lansia dhuafa yang hidup sebatang kara.
Sepuluh Tahun Terbaring Sendirian
Tubuh Mbah Surip lumpuh. Duduk, berdiri, apalagi berjalan, semuanya sudah tidak bisa ia lakukan sejak sepuluh tahun lalu. Padahal dulu Mbah adalah pedagang sayuran di pasar. Kini hari-harinya sunyi di rumah peninggalan keluarga almarhum suaminya, yang meninggal dunia sekitar 20 tahun lalu. Ia hanya bisa terbaring, menanti ada yang datang.
Hanya Bisa Menunggu Uluran Tangan
Mbah Surip memiliki anak, namun anaknya merantau dan juga sedang berjuang untuk bertahan hidup. Hari-hari Mbah hanya bergantung pada desa dan tetangga yang membersihkan tempat tinggalnya, memberikan matras, dan sesekali membawakan makanan seadanya.
Bantuan itu tidak datang setiap hari. Maka Mbah selalu menyisakan pemberian yang ada supaya masih bisa makan. Saat didatangi, ia hanya punya sebuah pisang rebus yang ia kunyah pelan-pelan agar terasa nikmat.
Takut Berobat, Takut Tak Sanggup Bayar
Sampai hari ini, tidak ada yang tahu apa yang membuat Mbah Surip lumpuh. Ia belum pernah dibawa berobat. Mbah takut dengan jarum suntik, dan lebih takut lagi kalau nanti tidak sanggup membayar.
Mari Temani Mbah Surip
Jangan biarkan Mbah Surip berjuang sendirian dalam kondisi lumpuh. Mari ulurkan bantuan agar Mbah mendapat santunan kebutuhan sehari-hari dan perawat yang menjaganya di usia senja. Teman-teman dapat membantu melalui donasi dengan cara:
Tidak hanya berdonasi, teman-teman juga bisa membantu dengan menyebarkan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak yang ikut membantu.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik