
Di usia senja, saat banyak orang menikmati waktu istirahat, Kek Arta justru harus memulung rongsokan demi bisa bertahan hidup. Di sudut tumpukan sampah, ia mencari sisa-sisa barang yang masih bernilai.
Dengan tenaga yang semakin terbatas, Kek Arta mengais satu per satu barang bekas dari tumpukan sampah. Dari pagi hingga sore, hasilnya hanya Rp10.000.

Jumlah tersebut hanya cukup untuk membeli sebungkus nasi, bahkan harus dibagi untuk hari ini dan esok.
Dengan kondisi hidup sebatang kara, tak ada yang bisa Kek Arta mintai tolong. Setiap harinya hanya bertujuan untuk bertahan hidup.

Di usia senja, hidup seharusnya tidak sekeras ini. Namun bagi Kek Arta, inilah kenyataan yang harus ia jalani setiap hari. Melalui kepedulian bersama, kita bisa membantu meringankan beban Kek Arta. Bantuan yang diberikan akan digunakan untuk menghadirkan:

Mari hadirkan kepedulian untuk Kek Arta! Setiap kebaikan yang terasa kecil bagi kita, bermanfaat sangat besar bagi Kek Arta. Kirim bantuan terbaik dengan cara:
![]()
Belum ada Fundraiser