
Di usia yang masih sangat kecil, Farega (10) dan Ega (5) harus kehilangan kedua orang tuanya. Kini, hanya Mbah Gito (70) yang menjadi tempat mereka bergantung... 😢
Ibu mereka meninggal saat melahirkan Ega, sementara sang ayah meninggal enam bulan lalu setelah mengalami kecelakaan motor dan hanyut terbawa arus sungai.

Sejak itu, Mbah Gito harus menjadi satu-satunya tulang punggung bagi kedua cucunya.
Meski tubuhnya semakin renta, Mbah Gito tetap berkeliling menjual mangga dengan keuntungan sekitar Rp50.000 sehari jika dagangannya laku. Saat bukan musim mangga, ia terpaksa bekerja serabutan, termasuk mencuci dan membersihkan rumah tetangga dengan upah sekitar Rp30.000.

Mirisnya, hampir setiap hari mereka hanya makan nasi dicampur kerupuk karena tak punya uang untuk membeli lauk. 💔

Padahal, Farega dan Ega masih membutuhkan biaya sekolah, perlengkapan pendidikan, dan makanan bergizi untuk tumbuh.
“Cita-cita aku mau jadi pemadam kebakaran,” ucap Farega. Namun, di balik cita-cita sederhana itu, Mbah Gito menyimpan kekhawatiran. Sampai kapan tubuh rentanya mampu bekerja demi memenuhi kebutuhan kedua cucunya?
Teman Baik, mereka sudah kehilangan kedua orang tuanya. Jangan biarkan Farega dan Ega juga kehilangan kesempatan untuk meraih masa depan. ❤️🩹
Meski kita tak saling mengenal, kepedulianmu bisa sangat berarti bagi keluarga kecil ini.
Mari bantu penuhi kebutuhan makan sehari-hari serta perlengkapan pendidikan Farega dan Ega, agar mereka tetap bisa sekolah dan mengejar cita-citanya.
Klik DONASI SEKARANG dan bantu ringankan perjuangan Mbah Gito!
Klik tombol "DONASI SEKARANG".
Masukkan nominal donasi yang ingin diberikan.
Pilih metode pembayaran yang tersedia.
Selesaikan pembayaran dan kirimkan doa terbaik untuk Farega, Ega, dan Mbah Gito.
Tak hanya berdonasi, Teman Baik juga bisa membagikan halaman galang dana ini agar semakin banyak orang ikut membantu.
Terima kasih telah menjadi bagian dari harapan mereka. 🤲
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik