
“Kalau aku punya kaki palsu… mungkin aku bisa bekerja lebih kuat dan hidup tanpa harus terus melompat dengan satu kaki.”


Di usia yang seharusnya masih sibuk mengejar mimpi, Ariya justru harus menjadi tulang punggung keluarga sejak kedua orang tuanya meninggal.
Dengan kondisi kaki kiri yang tidak tumbuh sempurna sejak lahir, setiap hari ia harus melompat sambil mendorong gerobak cingcau untuk mencari nafkah.
Bukan hanya dirinya, Ariya juga harus menghidupi adiknya yang masih sekolah serta kakek dan neneknya yang sudah renta.
Jika dagangan ramai, ia hanya mendapat sekitar Rp50.000. Jika sepi, penghasilannya bisa jauh lebih sedikit, bahkan terkadang tak membawa pulang uang.
Di tengah kebutuhan hidup yang semakin mahal, penghasilan sekecil itu tentu tak mudah untuk mencukupi kebutuhan satu keluarga.

Namun, Ariya masih menyimpan satu harapan: Memiliki kaki palsu agar bisa beraktivitas dan bekerja dengan lebih leluasa.
Sayangnya, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja ia masih kesulitan. Apalagi harus mengumpulkan biaya untuk membeli kaki palsu.
Teman Baik, mungkin kita juga sedang berjuang menghadapi beratnya kebutuhan hidup hari ini. Namun, jangan sampai kesulitan kita membuat kita lupa bahwa masih ada orang lain yang membutuhkan uluran tangan.
Sebab, nominal yang mungkin terasa kecil bagi kita bisa menjadi bantuan yang sangat berarti bagi Ariya.
Sedikit demi sedikit, kepedulian kita bisa membantu mewujudkan kaki palsu yang selama ini ia impikan dan meringankan beban keluarganya.
Yuk, bantu Ariya punya kesempatan untuk melangkah lebih baik!
Klik DONASI SEKARANG.
Masukkan nominal donasi terbaikmu.
Pilih metode pembayaran.
Selesaikan pembayaran dan bagikan kisah Ariya.
Jangan tunggu harus punya banyak untuk mulai membantu. Karena sekecil apa pun kebaikan kita, bisa menjadi harapan besar bagi Ariya. ❤️
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik