
Sudah 4 bulan Mas Alan terbaring usai kecelakaan kerja. Kini, sang istri harus mencari nafkah, mengurus anak, sekaligus merawat suaminya yang belum bisa kembali bekerja.
Di sebuah rumah kecil dengan perabot seadanya, Mbak Irma (25 tahun) menjalani hari-hari yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Bersama suaminya, Mas Alan (28 tahun), dan buah hati mereka, ia berusaha bertahan setelah sebuah kecelakaan mengubah kehidupan keluarga kecilnya.

Sekitar empat bulan lalu, Mas Alan mengalami kecelakaan kerja saat menjadi buruh bangunan di luar kota. Tubuh bagian kanan hingga kakinya tersengat aliran listrik dan mengalami luka serius. Sejak kejadian itu, Alan hanya bisa terbaring di tempat tidur, menahan sakit, dan belum mampu kembali mencari nafkah untuk keluarganya.


Bagi Mbak Irma, musibah ini bukan hanya tentang melihat suami yang dicintainya terbaring tak berdaya. Ia juga harus memikirkan bagaimana keluarganya bisa tetap makan, memenuhi kebutuhan anak, dan mengupayakan kesembuhan sang suami di tengah keterbatasan ekonomi.
Kini, Mbak Irma mengambil alih peran sebagai pencari nafkah. Setiap pagi, ia berjualan kopi dan rokok milik tetangganya di pangkalan angkot dekat rumah sakit. Namun, karena bukan dagangannya sendiri, ia tak memiliki keleluasaan untuk mengembangkan usaha. Penghasilannya pun hanya sekitar Rp10.000–Rp30.000 sehari, itu pun bergantung pada banyaknya pembeli.
“Bingung, soalnya saya mah cuma bisa kerja jualan kopi sama rokok punya orang ini, gak punya modal kalau harus jualan yang lain,” tutur Mbak Irma.

Sore harinya, ia kembali ke rumah untuk mengurus anak dan merawat suaminya. Ia menjalani dua tanggung jawab sekaligus: mencari penghasilan dengan hasil yang tak menentu, serta mendampingi Alan melewati masa sulit setelah kecelakaan.
Di balik ketegarannya, Mbak Irma menyimpan harapan sederhana. Ia ingin suaminya kembali sehat dan memiliki usaha kecil di rumah agar tetap bisa mencari nafkah sambil merawat Alan dan anak mereka.
Namun, tanpa dukungan yang cukup, kebutuhan pengobatan Alan dan biaya hidup keluarga akan terus menjadi beban. Sementara itu, keterbatasan modal membuat Mbak Irma belum mampu membangun usaha sendiri yang lebih stabil.

Insan Baik, mari bantu ringankan perjuangan Mas Alan dan Mbak Irma. Donasi yang Anda berikan dapat membantu menunjang kebutuhan kesehatan Alan sekaligus menjadi modal usaha bagi Irma, agar ia bisa tetap mencari nafkah tanpa harus meninggalkan suami dan anaknya setiap hari.
Semoga bantuan yang terkumpul menjadi jalan bagi Mas Alan untuk menjalani perawatan, bagi Mbak Irma untuk membangun usaha kecilnya, dan bagi keluarga ini untuk kembali menata kehidupan dengan lebih baik. Satu bantuan darimu bisa menjadi harapan bagi keluarga muda ini untuk kembali bertahan dan melangkah.
Disclaimer: Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk modal usaha Mbak Irma dan menunjang kesehatan Mas Alan. Apabila terdapat kelebihan dana atau kebutuhan yang telah terpenuhi, dana dapat disalurkan kepada penerima manfaat lain serta program sosial kemanusiaan di bawah naungan Amal Baik Insani.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik